WEDA, FNc—Pemilik lahan kelompok usaha dua desa di wilayah transmigrasi di Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Selasa (10/03/2020), turun ke jalan dan memasang palang di jalan produksi milik PT. IWIP dan WBN, yang sementara dikerjakan sub kontraktor PT. STM. Pemalangan jalan produksi ini dipimpin langsung mantan Kepala Unit Transmigrasi KUPT, Mat Semima dan Jefri Burnama.

Aksi tersebut dilakukan, karena warga transmigrasi merasa kesal dengan tindakan pihak perusahan, yang diduga mencaplok lahan kelompok usaha di kawasan transmigrasi Desa Waekob.

Warga mempertanyakan lahan yang digusur pihak perusahaan untuk pembangunan jalan produksi, juga mempertanyakan soal pembayaran ganti rugi lahan tersebut.

Tidak hanya itu, warga juga mempertanyakan peta ploting lahan milik kelompok usaha ke Dinas Nakertrans, serta sertifikat yang dibagikan Badan Pertanahan maupun Pemda tahun 1998 lalu.

Beberapa saat setelah aksi, pihak perusahan langsung mengutus security perusahaan untuk melakukan mediasi dengan warga. Kani, security perusahaan, di hadapan warga mengatakan, pihak perusahan merasa bersalah, karena tidak menepati janji. Oleh karena itu, kata Kani, pihak perusahaan, berjanji secepatnya menyelesaikan masalah tersebut bersama Pemda Halteng.

"Pihak perusahaan minta maaf terkait janji. Dan hari ini (kemarin-red), pihak perusahaan akan turun lapangan bersama Pemda dan Dinas Nakertrans untuk menjelaskan kebenaran soal ploting lahan tersebut," kata Kani.

Namun lanjut Kani, bahwa rencana pertemuan itu, tertunda. Karena pemerintah kecamatan ada kegiatan. Sehingga pertemuan akan dilanjutkan hari, Rabu (11/03).

Sementara itu, Pilips, orang terpercaya di PT. IWIP menyampaikan, bahwa  pihak perusahaan meminta pengertian baik masyarakat untuk membuka akses jalan yang dipalang. Karena perusahaan masih beraktifitas dan penggusuran tengah berlangsung. Sebab, perusahaan induk (PT. IWIP/WBN), hanya  memberikan arahan terkait lokasi jalan berada di titik koordinat tersebut untuk dikerjakan penggusurannya. "Selebihnya kami tidak tahu. Karena kami sub pekekerjaan jalan, dan hanya bekerja," tandas Pilips.(rid)