SOFIFI, FNc—Akhirnya Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, instrulsikan ke Bupati dan Wali Kota segera melakukan pencegahan melalui 7 instruksi yang telah di paparkan dibahwa ini, karena laporan dari Kementrian Kesehatan bahwa terdapat empat orang yang terinfeksi virus corona di Indonesia. Hal ini diungkapkan dalam konferensi pers di Rumah Transit Pemprov Malut di Ternate, Minggu (7/3) malam, dan didampingi Kepala Biro PKKP Mulyadi Tutupoho, Kadis Kesehatan Idhar Sidi Umar, dan Kepala Perwakilan Kantor Kesehatan kelas III Ternate Aulianto.

Gubernur mengatakan, Wali Kota dan Bupati serta kepala Dinas Kesehatan di Kabupaten/Kota harus dilakukan pencegahan sesuai dengan instruksi Mentri Dalam Negeri (Mendagri) melalui radiogram Nomor 443.1/2130/SJ tertanggal 4 Maret 2020 terkait dengan antisipasi terhadap pencegahan isu virus corona, serta adanya Informasi dari kementrian kesehatan pada 6 Maret bahwa telah dilaporkan ada 4 pasien terinfeksi virus tersebut di Indonesia.

Maka dari itu, gubernur instruksikan kepada Bupati/Walikota segera mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi masalah ini.

Pertama, melibatkan pihak terkait untuk memperketat setiap pintu masuk wilayah dengan melakukan pelapisan kepada pelaku perjalanan dari dan luar dan dalam negeri yang diduga terjangkit virus corona.

Kedua, melakukan pencegahan serta promosi kesehatan guna mengantisipasi penyebab lanjutan virus corona dengan menyiapkan rumah sakit tujukan di setiap kabupaten/Kota serta sarana prasarana penunjang sesuai standar.

Ketiga, melakukan koordinasi dengan forkompinda dan seluruh OPD untuk menjaga iklim kondusif dan ketersediaan pokok masyafakat diwilayah dengan harga yang stabil.

Keempat, segera menindaklanjuti hasil rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi infeksi corona di tingkat Provinsi malut yang telah dilaksanakan pada 1 Februari 2020 di kantor KKP Ternate melalui dinas kesehatan Kabupaten/Kota. Kelima, membentuk satgas kesiapsiagaan dan pencegahan terhadap virus corona terkait penularan virus tersebut.

Keenam, mengimbau kepada seluruh masyarakat di Malut untuk tetap tenang dan tidak memberikan reaksi berlebihan dalam menerima informasi dari sumber yang tepat serta membatasi publikasi yang dapat menimbulkan kepanikan masyarakat.

Ketujuh, mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan hidup bersih dan sehat dengan selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, batasi menyentuh hidung, mata mulut sebelum mencuci tangan, terapkan etika batuk dengan tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan atas bagian dalam, gunakan masker jika batu atau flu dan batasi berjabat tangan serta tingkatkan daya tubuh dengan konsumsi gizi seimbang dan minum air yang cukup serta melakukan aktivitas yang cukup minimal 10 menit perhari serta jaga jarak dengan orang yang batuk dan bersin. “Apa yang menjadi penekanan ini harus dijadikan perhatian dan dilaksanakan,”katanya.

Terkait Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berada di Malut, menurut Gubernur, TKA yang datang di Malut harus ada pemeriksaan di bandara atau di perusahan pertambangan, selain itu ada tim kesehatan yang selalu melakukan kontrol di pintu masuk TKA.

"Tetapi saya minta masyarakat jangan panic. Karena sudah ada tim kesehatan yang selalu siaga memeriksa TKA yang masuk Malut," tandas gubernur.(dmn)