TERNATE, FNc—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie (CB) Ternate, Hingga, Jumat siang (20/03/2020), memantau 22 orang di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut), dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait Corona Virus atau COVID-19.
Demikian dijelaskan, dr. Rosita Alkatiri, dalam Konferensi Pers di Hotel Majang, Jumat (20/03/2020). Namun menurutnya, status 22 ODP ini, pihaknya akan merubah statusnya, karena ada pergeseran pedoman Kemenkes RI dan sudah revisi ketiga.
Dalam revisi ketiga katanya, disebut bahwa ODP definisnya orang yang memiliki riwayat melakukan perjalanan daerah atau area yang terjangkit atau atau memiliki gejala, seperti demam, batuk, pileg dan sesak. “Jadi orang yang baru pulang dan menunjukan gejala seperti itu, kita akan kategorikan sebagai ODP,” katanya.
Apabila pelaku perjalanan tersebut tidak menunjukan gejala-gejala seperti itu, pihaknya menganjurkan agar dilakukan pemantauan diri sendiri. “Sebanyak 22 orang berstatus ODP di Maluku Utara ini, kita akan pantau selama 14 hari ke depan,” katanya.
Untuk diketahui, saat ini, Satgas dan KKP akan membagikan brosur. Terutama ASN Pemprov yang sering melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, akan dilakukan screerning. Untuk itu, data yang dikantongi sesuai daftar manifest, sebanyak 80 ASN akan kembali ke Ternate, Jumat (20/03/2020. Dengan tiga penerbangan di Bandara Sultan Babullah, Ternate.
“Mereka sudah standby di bandara untuk melakukan pemantauan untuk ASN yang bartu tiba dari Jakarta,” tandasnya.(cmc/red)
Demikian dijelaskan, dr. Rosita Alkatiri, dalam Konferensi Pers di Hotel Majang, Jumat (20/03/2020). Namun menurutnya, status 22 ODP ini, pihaknya akan merubah statusnya, karena ada pergeseran pedoman Kemenkes RI dan sudah revisi ketiga.
Dalam revisi ketiga katanya, disebut bahwa ODP definisnya orang yang memiliki riwayat melakukan perjalanan daerah atau area yang terjangkit atau atau memiliki gejala, seperti demam, batuk, pileg dan sesak. “Jadi orang yang baru pulang dan menunjukan gejala seperti itu, kita akan kategorikan sebagai ODP,” katanya.
Apabila pelaku perjalanan tersebut tidak menunjukan gejala-gejala seperti itu, pihaknya menganjurkan agar dilakukan pemantauan diri sendiri. “Sebanyak 22 orang berstatus ODP di Maluku Utara ini, kita akan pantau selama 14 hari ke depan,” katanya.
Untuk diketahui, saat ini, Satgas dan KKP akan membagikan brosur. Terutama ASN Pemprov yang sering melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, akan dilakukan screerning. Untuk itu, data yang dikantongi sesuai daftar manifest, sebanyak 80 ASN akan kembali ke Ternate, Jumat (20/03/2020. Dengan tiga penerbangan di Bandara Sultan Babullah, Ternate.
“Mereka sudah standby di bandara untuk melakukan pemantauan untuk ASN yang bartu tiba dari Jakarta,” tandasnya.(cmc/red)
