TERNATE, FNc—Dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Kamis (19/03/2020), dirujuk ke RSU Chasan Boesorie, Ternate. Kedua pasien tersebut berasal dari Jailolo, Halmahera Barat dan Labuha, Halmahera Selatan.
Keduanya tiba di Pelabuhan Residen Ternate dibawah pengawalan ketat. Pasien rujukan RSUD Jailolo tiba Kamis sore (19/03/2020) sekira pukul 17.00 wit. Sementara pasien rujukan dari RSUD Labuha tiba, Kamis malam (19/03/2020) pukul 21.00 wit.
Kedua pasien, ini terlihat turun dari speed boad setelah dievakuasi petugas kesehatan dari masing-masing daerah. Petugas medis yang menjemput kedua pasien ini mengenakan baju pelindung virus corona.
Keduanya langsung dibawa meuju ke RSUD Ternate dengan pengawalan yang cukup ketat petugas medis. "Ya, ada 2 yang digeser ke sini (RSUD Chasan Boesorie-red)," kata Sekretaris Satgas Corona Maluku Utara, dr. Rosita Alkatiri, Kamis (19/03/2020), seperti dimuat pada laman situs berita Cermin Malut.com.
https://youtu.be/YRuUKCqf_BI
"Ya biasa (gejala) ada demam, batuk-pilek," ujar Rosita lagi.
Rosita menambahkan, rujukan pasien ini membuat warga masyarakat Kota Ternate panik, karena belum terjadi sebelumnya. Menurut Rosita, rujukan pasien yang dilakukan tesebut sudah sesuai SOP yang berlaku, dan akan dikarantina selama 14 hari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Jangan kaget, karena hal ini memang sudah dan seharusnya seperti itu yang masyarakat lihat,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pasien ini merupakan pasien rujukan dari RSUD Jailolo dan RSUD Labuha. Sebab RSUD Ternate sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi.
“Satatus pasien masih dalam observasi, atau orang dalam pengawasan (ODP). Dan apabila diobservasi ada indikasi untuk kita lakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut, maka akan segera kita lakukan. Yang jelas akan kami lakukan sesuai protap,” sambung Rosita.
Ditanya terkait kondisi pasien sebelum dirujuk ke RSUD Ternate, Rosita mengatakan, sesuai laporan yang diterima pihaknya, pasien ini mempunyai riwayat perjalanan dari daerah yang terjangkit. Dan sekarang dalam kondisi demam juga diare. “Ini nanti kita lihat observasi selanjutnya seperti apa,” tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarkat Maluku Utara, termasuk pers, agar bersama mendukung dan memberi suport kepada tim yang bekerja mempertaruhkan nayawa menangani COVID-19 ini.
“Teman-teman yang terintegrasi tadi bersatu mulai dari KKP, Polda dan TNI termasuk Dinkes sampai pihak rumah sakit juga dilibatkan semua untuk melakukan penanganan. Makanya kami harap masyarakat juga mendukung mereka, sekaligus mendoakan semoga Maluku Utara bisa terhindar dari COVID-19,” tandasnya.(red/cmc)
Keduanya tiba di Pelabuhan Residen Ternate dibawah pengawalan ketat. Pasien rujukan RSUD Jailolo tiba Kamis sore (19/03/2020) sekira pukul 17.00 wit. Sementara pasien rujukan dari RSUD Labuha tiba, Kamis malam (19/03/2020) pukul 21.00 wit.
Kedua pasien, ini terlihat turun dari speed boad setelah dievakuasi petugas kesehatan dari masing-masing daerah. Petugas medis yang menjemput kedua pasien ini mengenakan baju pelindung virus corona.
Keduanya langsung dibawa meuju ke RSUD Ternate dengan pengawalan yang cukup ketat petugas medis. "Ya, ada 2 yang digeser ke sini (RSUD Chasan Boesorie-red)," kata Sekretaris Satgas Corona Maluku Utara, dr. Rosita Alkatiri, Kamis (19/03/2020), seperti dimuat pada laman situs berita Cermin Malut.com.
https://youtu.be/YRuUKCqf_BI
"Ya biasa (gejala) ada demam, batuk-pilek," ujar Rosita lagi.
Rosita menambahkan, rujukan pasien ini membuat warga masyarakat Kota Ternate panik, karena belum terjadi sebelumnya. Menurut Rosita, rujukan pasien yang dilakukan tesebut sudah sesuai SOP yang berlaku, dan akan dikarantina selama 14 hari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Jangan kaget, karena hal ini memang sudah dan seharusnya seperti itu yang masyarakat lihat,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pasien ini merupakan pasien rujukan dari RSUD Jailolo dan RSUD Labuha. Sebab RSUD Ternate sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi.
“Satatus pasien masih dalam observasi, atau orang dalam pengawasan (ODP). Dan apabila diobservasi ada indikasi untuk kita lakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut, maka akan segera kita lakukan. Yang jelas akan kami lakukan sesuai protap,” sambung Rosita.
Ditanya terkait kondisi pasien sebelum dirujuk ke RSUD Ternate, Rosita mengatakan, sesuai laporan yang diterima pihaknya, pasien ini mempunyai riwayat perjalanan dari daerah yang terjangkit. Dan sekarang dalam kondisi demam juga diare. “Ini nanti kita lihat observasi selanjutnya seperti apa,” tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarkat Maluku Utara, termasuk pers, agar bersama mendukung dan memberi suport kepada tim yang bekerja mempertaruhkan nayawa menangani COVID-19 ini.
“Teman-teman yang terintegrasi tadi bersatu mulai dari KKP, Polda dan TNI termasuk Dinkes sampai pihak rumah sakit juga dilibatkan semua untuk melakukan penanganan. Makanya kami harap masyarakat juga mendukung mereka, sekaligus mendoakan semoga Maluku Utara bisa terhindar dari COVID-19,” tandasnya.(red/cmc)
