TIDORE, FNc—Guna mencegah penyebaran virus Corona yang saat ini menjadi penyakit yang paling ditakuti oleh seluruh masyarakat dunia umumnya, mengingat virus corona ini sudah menelan banyak korban jiwa di Wuhan China. Bahkan virus yang menyerang saluran pernapasan ini sudah mulai merebak masuk ke Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Dr.Abdullah Maradjabessy ketika dikonfirmasi sejumlah media pada, Kamis (5/3)diruang kerjanya menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ini,pihaknya sudah melakukan rapat bersama beberapa waktu lalu dengan instansi terkait di ternate apalagi saat ini warga asing khususnya berkewarganegaraan china banyak masuk ke maluku utara.
Untuk cegah penyebaran wabah virus corona masuk ke maluku utara, kata Abdullah kita sudah melakukan langkah-langkah kordinasi dengan berbagai pihak terkait diternate. Bahkan dalam pertemuan tersebut kita semua sepakat rumah sakit Hasan Bosoieri dijadikan sebagai rumah sakit rujukan dimaluku utara apabila ada warga yang terpapar virus conora, terang Abdullah Maradjabessy.
Lanjutnya, alasan memilih RSUD Hasan Bosoieri karena sangat repsentatif jika dibandingkan dengan rumah sakit lain dan sudah bertipe B. Tak hanya itu, RSUD Hasan Bosoieri juga dilengkapi dengan dokter ahli paru-paru dan ditunjang dengan fasilitas dan tenaga medis yang lengkap.
Menurut Abdullah, masyarakat tidak perlu takut sebab wabah virus corona itu dapat dicegah melalui pola makan teratur dan hidup sehat sesuai anjuran.
"Masyarakat tidak perlu panik tapi harus lebih ikhtiar dengan menerapkan pola hidup sehat misalnya: mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, makan makan yang sehat dan bergizi seimbang, istrahat dan olahraga yang cukup.Jika batuk maka gunakan masker serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, sebab virus corona itu umumnya menyerang manusia melalui saluran pernapasan," imbuh Kadinkes.
Saat disentil terkait stok masker yang saat ini mulai langka di kota tidore kepulauan, Abdullah Maradjabessy kembali menjelaskan jika pasokan masker saat ini memang sangat menipis. Bahkan stok yang ada di dinas kesehatan sendiri berkisar 5000 ribuan namun demikian Abdullah menjamin bahwa pasokan masker akan tetap tersedia karena saat ini pihaknya sudah memesan masker namun belum ada kepastian kapan masker itu didatangkan, mengingat permintaan masker diseluruh indonesia meningkat drastis.(eky)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Dr.Abdullah Maradjabessy ketika dikonfirmasi sejumlah media pada, Kamis (5/3)diruang kerjanya menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ini,pihaknya sudah melakukan rapat bersama beberapa waktu lalu dengan instansi terkait di ternate apalagi saat ini warga asing khususnya berkewarganegaraan china banyak masuk ke maluku utara.
Untuk cegah penyebaran wabah virus corona masuk ke maluku utara, kata Abdullah kita sudah melakukan langkah-langkah kordinasi dengan berbagai pihak terkait diternate. Bahkan dalam pertemuan tersebut kita semua sepakat rumah sakit Hasan Bosoieri dijadikan sebagai rumah sakit rujukan dimaluku utara apabila ada warga yang terpapar virus conora, terang Abdullah Maradjabessy.
Lanjutnya, alasan memilih RSUD Hasan Bosoieri karena sangat repsentatif jika dibandingkan dengan rumah sakit lain dan sudah bertipe B. Tak hanya itu, RSUD Hasan Bosoieri juga dilengkapi dengan dokter ahli paru-paru dan ditunjang dengan fasilitas dan tenaga medis yang lengkap.
Menurut Abdullah, masyarakat tidak perlu takut sebab wabah virus corona itu dapat dicegah melalui pola makan teratur dan hidup sehat sesuai anjuran.
"Masyarakat tidak perlu panik tapi harus lebih ikhtiar dengan menerapkan pola hidup sehat misalnya: mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, makan makan yang sehat dan bergizi seimbang, istrahat dan olahraga yang cukup.Jika batuk maka gunakan masker serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, sebab virus corona itu umumnya menyerang manusia melalui saluran pernapasan," imbuh Kadinkes.
Saat disentil terkait stok masker yang saat ini mulai langka di kota tidore kepulauan, Abdullah Maradjabessy kembali menjelaskan jika pasokan masker saat ini memang sangat menipis. Bahkan stok yang ada di dinas kesehatan sendiri berkisar 5000 ribuan namun demikian Abdullah menjamin bahwa pasokan masker akan tetap tersedia karena saat ini pihaknya sudah memesan masker namun belum ada kepastian kapan masker itu didatangkan, mengingat permintaan masker diseluruh indonesia meningkat drastis.(eky)