SOFIFI, FNc—Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 05 Maret 2020. Sungai Kawata, di Desa Kawata, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, tiba-tiba “mengamuk”. Terjangan banjir akibat hujan di sungai selebar 70 meter ini, memutus akses masyarakat setempat.

Ada pemandangan miris menyayat hati di tengah amukan banjir di Sungai Kawata ini, saat viral di media sosial. Foto maupun video juga memenuhi laman di setiap situs berita online Maluku Utara. Begitu juga media cetak.

Miris terlihat, karena siswa-siswi, guru, dan warga, harus bertarung nyawa menyeberangi banjir di sungai ini. Karena tidak ada pilihan lain selain nekat, daripada kelaparan menunggu banjir reda. Sementara tidak diketahui pasti, kapan terjangan kuat arus air keruh sungai itu surut.

Mereka bergandengan tangan, dan berjalan terhuyung didorong arus banjir saat menyeberang. Andai sedikit saja lalai, dan hilang konsentrasi mereka, maka nyawa bisa jadi taruhan diseret arus air.

Sebelumnya, ada jembatan yang membentang di sungai seluas 70 meter ini. Namun diluluh lantakan banjir sejak lama. Dan gubernur Malut, KH. Abdul Gani Kasuba, saat turun kampanye pada momentum Pilgub lalu, pernah menjanjikan akan membangun kembali jembatan ini. Demi memudahkan akses siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 di desa itu. Namun sampai banjir kembali menerjang, janji itu belum terealisasi.

Terpisah, Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Kawata (HPMK), Rifandi Umaternate  mengungkapkan, pernah   meminta haering dengan gubernur di kediaman di Ternate, namun niat mereka diabaikan gubernur. Padahal, Pengurus HPMK juga  hendak menagih janji gubernur saat kunjungan kerja ke Desa Kawata , didampingi anggota Deprov, Amin Drakel. Dan gubernur mengaku, bahwa jembatan penghubung sekolah itu menjadi tanggung jawabnya. Dan berjanji akan membangun jembatan tersebut. Namun ternyata hanya sebatas janji politik belaka. Janji itu, kata Rifandi, terlontar saat momentum Pilgub tahun 2018 lalu, yakni gubernur  AGK berpasangan dengan M .Ali Yasin Ali selaku wakil gubernur. “Pak gub, tolonglah mereka”.(red/dmn)